Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Wednesday, December 22, 2010

Wadukdarma Merupakan Transit Rombongan Peziarah

Peziarah Transit
Peziarah dari Jawa Tengah Transit di Wisata Darma
Sebagaimana telah kita ketahui dari sejarah, Pulau Jawa terkenal dengan sebutan daerah Wali Sanga (Songo). Tempat-tempat perjuangan para Wali tersebut ketika menyebarkan ajaran Islam tempo dulu, kini menjadi ramai dikunjungi para Peziarah. Orang-orang dari Jawa Barat berziarah ke daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebaliknya, orang dari Jawa Timur atau Jawa Tengah pergi berziarah ke Wilayah Jawa Barat. Tempat yang sudah tidak asing lagi dan ramai menjadi tujuan para Peziarah terutama pada bulan Maulud yaitu daerah Cirebon, tempat Syeh Syarif Hidayatulloh yang tenar dengan sebutan Sunan Gunung Jati.

Friday, December 10, 2010

Gebyar Tahun Baru 2011: Wadukdarma Bergoyang

Gebyar Tahun Baru 2011, Wadukdarma Bergoyang, Pentas Musik Dangdut plus Pesta Kembang Api, begitulah tulisan yang terdapat pada pamflet selebaran dari pihak Pengelola Wisata Wadukdarma, Ade Sundoro. Melihat kalimat promosi tersebut, rupanya, di penghujung tahun ini (2010), Pengelola Wisata Wadukdarma dibantu Pelaksananya sudah tentu akan lebih serius menyikapi pergeseran angka tahun dari 2010 ke 2011. Kemeriahan Kawasan Wisata Wadukdarma menjelang Tahun Baru Masehi yang sempat vakum selama beberapa tahun ke belakang, di akhir Tahun ini akan dibangkitkan kembali. Harapan Pengelola, perayaan tersebut berdampak positif terhadap perkembangan dan citra Kawasan Wisata Wadukdarma yang selama ini ia kelola. Mudah-mudahan….

Thursday, August 19, 2010

Obyek Wisata Berbenah Diri



Suasana Sore Hari di Gerbang Baru, 
Gerbang Timur Wadukdarma. Foto by: FD-WD  
Sejak difungsikannya Jalan Lingkar Wadukdarma, kendaraan angkutan umum termasuk kendaraan pribadi dari Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka menuju Kabupaten Kuningan, Cirebon, Brebes maupun sebaliknya sudah tidak melewati halaman “Pintu Gerbang Utama” Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma lagi, kecuali kalau ada gangguan lalu-lintas di ruas jalan Lingkar Wadukdarma. Dampak dari perpindahan jalur lalu-lintas ini ada positif dan negatifnya bagi popularitas ciri khas Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma. Dampak positifnya, pertama: Kawasan Obyek Wisata harus Berbenah Diri. Kedua: Kendaraan tamu-tamu wisata yang akan masuk Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma bisa leluasa dan tidak campur-baur dengan lalu-lalang kendaraan umum.

Wednesday, July 28, 2010

Curugbangkong

Curug-Bangkong
Curugbangkong merupakan nama suatu tempat yang melengkapi kekayaan alam Kabupaten Kuningan di sektor pariwisata. Bulan Juli Tahun 2012 mengalami Proses Penataan. Tempat tersebut berada di Desa Kertawirama Kecamatan Nusaherang, suatu kecamatan pemekaran dari Kecamatan Kadugede (tahun 2001) Kabupaten Kuningan. Jarak tempuh dari ibu kota Kabupaten Kuningan menuju Curugbangkong + 9 km, dari Cirebon sekitar 44 km. Kalau ditempuh dari ibu kota Kabupaten Ciamis + 63 km.

Bagi pengunjung dari arah Cirebon melewati Kota Kuningan pada posisi kilometer tersebut tadi, di sebelah kanan akan terlihat jelas sebuah plang penunjuk bertuliskan “Wisata Alam Curugbangkong + 700 m”. Sedangkan kalau dari arah Ciamis, posisi papan penunjuk tersebut akan terlihat di sebelah kiri jalan, setelah + 3 km melewati kawasan objek wisata Wadukdarma.

Tuesday, June 15, 2010

Diam-diam Menghanyutkan

Macaca Nemestrina
"Sikap Macaca Nemestrina (Beruk)
koleksi binatang Obyek Wisata Wadukdarma
Siap menerkam bila dirinya terancam"
Wadukdarma: Diamnya binatang sebangsa kera Macaca Nemestrina (Beruk) dalam jeruji besi di Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma kelihatan lucu dan jinak, serta sorot matanya nampak bersahabat. Namun siapa sangka bila sesungguhnya diam tersebut diam yang selalu penuh dengan waspada. Bahkan, diam dari binatang ini bisa dikatakan: Diam-diam menghanyutkan, bisa menjadi petaka bagi orang yang bertindak ceroboh.

Sebagai makhluq mulia yang sempurna, tentunya sehat lahir-batin serta sehat akal dan pikirannya, dalam menjalani hidup di dunia ini manusia tidak akan lepas dari rasa cinta-kasih-sayang sehinga saling mencintai, mengasihi dan menyayangi di antara sesamanya. Namun, rasa cinta yang dibuktikan dalam sikap dan perilaku ini ada kalanya membuat sengsara pihak yang dicintainya, bahkan petaka berkepanjangan. Ironis bukan…? Langkah awal dimulai dengan beribu janji cinta-kasih dan kata-kata sayang, kenapa akhirnya harus menjadi tragis? Bila hal itu terjadi, maka jelaslah sudah bahwa, rasa cinta dan kasih yang diucapkan hanyalah bualan belaka, hanyalah omong kosong. Dan biasanya, tong kosong memang suka berbunyi nyaring.

Tuesday, April 20, 2010

Jalan Lingkar Wadukdarma

Jalan Lingkar Wadukdarma“ merupakan istilah sebutan nama yang saya pakai untuk menunjukkan ruas jalan baru dari ujung  bendungan sebelah timur sampai barat. Karena bentuk ruas jalan yang melengkug ke arah utara menyerupai bentuk busur, maka jalan baru tersebut banyak dikatakan orang: Jalan Lingkar Wadukdarma. Padahal kalo dipikir dan dilihat kenyataannya, Jalan lingkar Wadukdarma tidak membentuk sebuah lingkaran. Tapi kenapa, sepertinya orang-orang pada setuju dengan istilah itu. Setujukah, atau tidak mau mengeluarkan pendapat?

Setelah pembangunan Jalan Lingkar Wadukdarma dianggap beres dan layak untuk dilalui kendaraan umum (bis antar kota dalam provinsi, misalnya), barulah jalan tersebut dibuka, menggantikan salahsatu fungsi ganda bendungan Wadukdarma, yakni: Sebagai jalan utama lalu-lintas darat penghubung Kabupaten Majalengnka-Kuningan ataupun sebaliknya. Keberadaan Jalan Lingkar Wadukdarma berpengaruh besar terhadap adanya perubahan-perubahan dalam ketertiban. Bukti yang sangat jelas adalah menghilangnya (berkurangnya) para pedagang kaki-lima yang mangkal di atas bendungan.

Wednesday, April 14, 2010

Gunung Ciremai Pernah Tujuh Kali Meletus

INDONESIA yang banyak memiliki “paku bumi” dengan status gunung berapi aktif tampaknya tak bisa dihindarkan dari guncangan berita meningkatnya aktifitas sejumlah gunung belakangan ini.

Meski diyakini hingga kini masih tetap dalam status aman, Gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat sesungguhnya pula menyimpan ancaman dan bahaya yang patut diwaspadai. Minimal, misalnya, kewaspadaan harus tetap dikonsentrasikan dari ancaman bahaya kebakaran di setiap penghujung musim kemarau.

Tentang Wadukdarma dan Obyek Wisata

Bendungan Wadukdarma
WadukdarmaBagi orang yang akan bepergian menggunakan jalur  Ciamis-Cirebon atau sebaliknya, sudah bisa dipastikan akan melewati suatu tempat yang menjadi primadona Kabupaten Kuningan di sektor pariwisata. Ya, Wadukdarma. Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) Kabupaten Kuningan dalam “Kuningan The Wonderful Nature and Culture”, lokasi Wadukdarma berjarak + 47 km dari Kota Cirebon dan + 12 km ke arah barat daya dari Kota Kuningan. Lokasi tersebut termasuk berada di bawah kaki Gunung Ciremai, sekitar + 715 m di atas permukaan laut (dpl). Berhawa sejuk dan segar dengan kisaran temperatur 18-30 derajat celcius.

Di antara sekian banyak lokasi obyek wisata di Kabupaten Kuningan, Wadukdarma menduduki urutan pertama sebagai kawasan objek wisata air terluas. Klarifikasi tersebut diperkuat oleh pendapat Uba, warga Kampung Cikalong, RT. 02/01 Desa Jagara Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan yang juga salah seorang pegawai (juru ukur) bawahan mantri ukur yang dipimpin oleh Muchlas sekitar tahun 1962-1964.

Friday, April 9, 2010

"Waduk Darma" Bukan "Wadukdarma"

"Waduk Darma" bukan "Wadukdarma", "Wadukdarma" tidak sama dengan "Waduk Darma"  walau kedengarannya sama ada kata "Waduk" dan "Darma" apabila diucapkan, namun kalau untuk penulisan sebuah nama tempat, kata guru Bahasa Indonesia yang pernah saya dengar dan masih diingat sampai sekarang, apabila terdiri dari gabungan dua buah kata, seharusnya disatukan dalam penulisannya. 


Seperti contoh kasus yang sering dan banyak saya lihat dalam penulisan sebuah nama tempat wisata di Kabupaten Kuningan. Kalau mengacu pada nasihat guru Bahasa Indonesia tersebut tadi, penulisan yang betul adalah "Wadukdarma" bukan "Waduk Darma" seperti yang telah banyak tersirat pada media cetak ataupun di dunia maya.


"Waduk Darma" bukan "Wadukdarma", "Wadukdarma" tidak sama dengan "Waduk Darma"  walau kedengarannya sama apabila diucapkan, dan bahkan tujuan tempatnya pun sama mengarah ke tempat refreshing di Kabupaten Kuningan bagian barat-selatan, "namun sesungguhnya, kata tersebut bisa beda arti bila dilihat dari cara penulisan," kata guru saya, menegaskan. "Bukti hitam di atas putih lebih kuat dan jelas!"   lanjut Beliau. Saya mengalah dan meng-iyakan apa kata sang Guru  walau di hati tetap merasa dongkol karena tulisan saya dicoret.

Balong Keramat Darmaloka

Wahana Belajar, Wisata, dan Tafakur


"Balong Keramat Darmaloka merupakan salahsatu bukti sejarah peninggalan para Wali ketika menyebarkan Agama Islam. Balong Keramat tersebut terdiri dari: Balong Ageung (Besar-red), Balong Bangsal, Balong Beunteur, Bale Kambang dan Balong Sumber Air Cibinuang. Balong Keramat Darmaloka bisa ditempuh dengan jarak satu kilo meter dari Wadukdarma ke arah barat-selatan, tepatnya di Desa dan Kecamatan Darma. Balong Darmaloka yang dianggap kecil, pada kenyataanya berfungsi besar bagi kehidupan luas. Kecuali menjadi sumber air bagi masyarakat sekitarnya, Darmaloka merupakan sumber air bagi Wadukdarma. Darmaloka dijadikan tempat berdomisili terakhir sekaligus tempat peristirahatan Syeh Rama Irengan."

Kecil jangan disangka tak berarti atau tak berfungsi. Disadari atau tidak, yang kecil (sedikit) justru itulah sesuatu hal yang malah menarik. Dan kalau tidak diperhatikan, yang kecil bisa jadi bahan penyakit. Karena sesungguhnya dari hal yang kecil, “kebesaran” akan tercipta,” pendapat Totong Hidayat (sekarang Pelaksana Obyek Wisata Wadukdarma), cucu sang Kuncen (Juru Kunci) Balong Keramat Darmaloka, Wahyudin, melengkapi keterangan kakeknya.


Wednesday, April 7, 2010

Menengok Jejak Manusia Purba di Cipari

Batu-batu Bisu itu Rindu Sentuhan


BILA di Mojokerto (Jawa Timur) ada banyak ditemukan situs-situs penyimpan kerangka manusia purba, maka di Kuningan pun bisa Anda temukan situs penyimpan bukti sejarah kuno yang bisa “berbicara” banyak tentang kehidupan manusia di zaman purba. Benar memang di Kuningan, tepatnya di Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur, tak ditemukan kerangka manusia purba. Namun sejumlah benda purbakala yang menjadi bukti peradaban massa purba berhasil ditemukan, digali dan selanjutnya diamankan.


Sayang memang, keberadaan Taman Purbakala Cipari demikian situs itu dinamai-- keberadaannya kini sangat memprihatinkan. Situs yang pada tahun-tahun akhir 1970-an hingga awal-awal tahun 1980-an itu cukup memikat dan menjadi kebanggan Kota Kuningan itu kini sepi dan terkesan tak terawat dengan baik.


Ketika pada Rabu pekan lalu, Fokus menyambangi situs itu yang pertama ditemui adalah kesenyapan. Selanjutnya adalah nyanyi bisu batu-batu hitam yang berjejer memagari lokasi situs. Hanya ada sepasang muda-mudi yang terlihat “berdialog bisu” di hamparan sebuah batu besar di sebelah barat. Yakin, kedua pasangan itu tidak sedang merenungi apa bagaimana yang terjadi dengan nenek moyangnya ratusan atau bahkan ribuan tahun lalu. Keduanya semata-mata sedang nguji wawanen ngomongkeun cinta.

Puasa: Membangun Tubuh dan Jiwa Baru

KangYai Mengaji
HAI orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa seperti telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertakwa. (al-Baqarah: 183)

Pengunjung "Wadukdarma" (Waduk Darma) yang budiman, "ayat" tersebut di atas mengisyaratkan bahwa kewajiban puasa adalah bukan hal yang baru. Puasa telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kita. Bahkan sepanjang sejarah, orang-orang suci dari berbgai agama dan para petapa telah menjadikan puasa sebagai sarana pemurnian yang membangun semangat. Puasa telah membawa para pelakunya pada suatu kondisi yang lebih tenang, jernih dan spiritualis.


Ada banyak sekali jenis dan macam puasa yang biasa dilakukan baik berdasarkan pada keyakinan keagamaan atau atas dasar kebudayaan leluhur. Dalam agama Kristen ada yang disebut puasa Paskah.
Kita mengenal puasa Nisfu Sya'ban, puasa Senin-Kamis dll, sampai puasa yang pelaksanaannya berdasar pada kepentingan medis untuk alasan pengobatan atau terapi. Atau bahkan ada yang menggunakannya untuk berdemo (mogok makan, misalnya).

Lebaran Tanpa Mercon

“MERCON” (petasan) adalah sesosok benda yang ditakuti, dibenci tapi juga dipuja, digandrungi dan dirindukan. Suatu perayaan (khitanan, pernikahan, lebaran dll) kadang serasa belum afdhal tanpa rentetan bunyi petasan. Apalgi di penghujung Romadhon, kuantitasnya serasa bertambah. Lokasi bendungan pun setelah Jalan Lingkar Wadukdarma difungsikan, menjadi tempat yg dianggap strategis untuk lokasi penyulutan petasan dan peluncuran kembang api.


Besarnya pengaruh petasan bagi kemeriahan sebuah perayaan (keagamaan) adalah pertanda yang jelas betapa kompleksnya penghayatan agama yang terjadi di tengah masyarakat kita. Sesuatu yang nampak sangat ukhrawi (akhirat banget) dan kudus ditinjau dari pandangan ubudiah antara hamba dan Tuhannya, ternyata bisa berubah menjadi sesuatu yang sangat duniawi (dunia banget).


Entah bagaimana dan mulai kapan proses “evolusi” keagamaan ini terjadi. Yang pasti di sela-sela ritual keagamaan (atau yang hanya mengatasnamakan agama) selalu (hampir) pasti diwarnai dan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan dari Para Pencari Tuhan (meminjam istilah dari judul sinetron yang lagi in) tsb.
Semangat ibadah untuk mencari kedamaian dan kebahagiaan hakiki akhirnya banyak dimanfaatkan oleh mereka yang menawarkan jasa dan barang untuk kebutuhan “Para Pencari Tuhan” itu.

Tuesday, April 6, 2010

Silaturrahmi

SILATURRAHMI adalah sebuah kata yang mudah diucapkan tapi (sebenarnya) juga mudah untuk dilaksanakan. Bagi yang terbiasa bersilaturrahmi bahkan bagi yang sangat terbiasa natangga akan menjadi ketagihan kadang malah jadi sebuah kebutuhan, ia akan sangat merasa kesepian saat sehari saja tak “bersilaturrahmi”. Tapi lain halnya bagi mereka yang tak terbiasa bersilarturrahmi, silaturrahmi kadang serasa sangat berat dan menyiksa, sebagian dari kita merasa bahwa budaya bersilaturrahmi sama orang dekat dan kerabat saat Iedul Fitri adalah sesuatu yang sangat ditakutinya.

Silaturrahmi dalam Islam adalah sebuah hal yang sangat dianjurkan, bahkan Rasulullah bersabda: Seandainya Rukun Islam itu ada enam, maka yang keenamnya pastilah silaturrahmi (Al-Hadist).
Silaturrahmi yang dianjurkan adalah silaturrahmi yang sesuai dengan arti dari silatu (menyambung) ar-rahmi (kasih sayang), di dalamnya tentu penuh muatan yang diridhai Allah, bukan sebaliknya, silaturrahmi tidak untuk ber-ghibah tapi untuk ber-amar ma'ruf nahyi munkar.


Saturday, March 27, 2010

Linggarjati (masih) Terus Bicara

Napak Tilas Bukti Sejarah Perjuangan Bangsa dan Agama


SEJARAH abadi karena ada pengenangnya. Monumen ataupun penulisan runtutan kejadian hanyalah bagian dari proses pengabadian sejarah itu sendiri. Seberapa lama sejarah itu akan abadi, bukan tergantung pada pelakunya tetapi pada penikmatnya. Kalaupun sang pelaku sejarah masih menjadi bagian dari penikmat, itu merupakan proses pengabadian sejarah yang pernah tercipta olehnya.
Apakah sejarah bisa terulang? Bisa saja. Perbedaannya terletak pada pelaku dan waktu. Sejarah memang bisa tercipta dimana saja dan kapan saja. Tetapi dipilihnya salah satu tempat tertentu pasti punya makna tertentu pula. Dipihnya tempat kejadian akan menunjukkan jati diri daerah tersebut.

 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012