Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Tuesday, April 20, 2010

Jalan Lingkar Wadukdarma

Jalan Lingkar Wadukdarma“ merupakan istilah sebutan nama yang saya pakai untuk menunjukkan ruas jalan baru dari ujung  bendungan sebelah timur sampai barat. Karena bentuk ruas jalan yang melengkug ke arah utara menyerupai bentuk busur, maka jalan baru tersebut banyak dikatakan orang: Jalan Lingkar Wadukdarma. Padahal kalo dipikir dan dilihat kenyataannya, Jalan lingkar Wadukdarma tidak membentuk sebuah lingkaran. Tapi kenapa, sepertinya orang-orang pada setuju dengan istilah itu. Setujukah, atau tidak mau mengeluarkan pendapat?

Setelah pembangunan Jalan Lingkar Wadukdarma dianggap beres dan layak untuk dilalui kendaraan umum (bis antar kota dalam provinsi, misalnya), barulah jalan tersebut dibuka, menggantikan salahsatu fungsi ganda bendungan Wadukdarma, yakni: Sebagai jalan utama lalu-lintas darat penghubung Kabupaten Majalengnka-Kuningan ataupun sebaliknya. Keberadaan Jalan Lingkar Wadukdarma berpengaruh besar terhadap adanya perubahan-perubahan dalam ketertiban. Bukti yang sangat jelas adalah menghilangnya (berkurangnya) para pedagang kaki-lima yang mangkal di atas bendungan.

Sebelum terbentuknya Jalan Lingkar Wadukdarma, para Petugas keamanan dan Ketertiban Lalu-lintas (Lingkungan) cukup kesulitan untuk melarang para Pedagang Kaki-lima mangkal di atas Bendungan. Semakin dilarang, semakin hari jumlahnya cenderung bertambah. Upaya pemasangan rambu-rambu lalu-lintas jalan "dilarang parkir" di atas Bendungan pun tak ada pengaruhnya (tak dihiraukan). Bahkan, menurut keterangan masyarakat yang berdomisili di sekitar bendungan, rambu-rambu tersebut setelah beberapa hari terpasang selanjutnya sudah tak nampak lagi terpancang, rambu-rambu hilang entah kemana.


Arah dari Tasikmalaya, Ciamis,
Majalengka
Memang tak dapat dipungkiri, siapapun orangnya-terutama yang berjiwa dagang-pasti akan tergiur untuk berjualan di atas Bendungan Wadukdarma yang dianggap tempat paling strategis. Kenapa demikian? Hal ini cukup beralasan karena, pada waktu itu Bendungan Wadukdarma selalu ramai disinggahi orang, terutama pagi dan sore hari mana kala cuaca sedang cerah. Ada yang memang sengaja ingin berefreshing gratis, menghilangkan kejenuhan dengan cara menikmati pesona indah Perairan Wadukdarma atau pemandangan Gunung Ciremai, dan ada juga yang sekedar beristirahat sebelum meneruskan perjalanan jauh menuju Kabupaten Majalengka, Ciamis dan sekitarnya ataupun sebaliknya, menuju Kabupaten Kuningan, Cirebon, Indramayu dan ke Jawa Tengah. Kalau keadaan cuaca sangat menunjang, keramaian di atas Bendungan Wadukdarma bisa  terjadi sepanjang hari. Karuan saja, momen tersebut sangat menarik perhatian dan minat para pedagang  untuk meraup keuntungan. Pucuk dicinta, ulam pun tiba, begitulah kira-kira.


Pintu Gerbang Wadukdarma Timur
Masuk dari arah Cirebon - Kuningan
Kini, setelah Jalan Lingkar Wadukdarma difungsikan, keramaian di atas Bendungan Wadukdarma sudah tiada lagi. Kalau pun ada orang yang bersantai-ria di sana, saat ini harus membeli tiket masuk wisata dulu. Rata-rata, orang yang membeli tiket, cenderung memilih masuk ke Kawasan Dalam Obyek Wisata Wadukdarma yang lebih leluasa. Dengan sendirinya, para pedagang yang biasa mangkal di atas Bendungan Wadukdarma pun, menghentikan kegiatan berjualan di sana tanpa harus menyusahkan para Petugas Ketertiban.
Dampak lain dari adanya Jalan Lingkar Wadukdarma, cakupan wilayah Obyek Wisata Wadukdarma yang terikat oleh tiket masuk pun, jadi meluas. Dan banyak dampak positif lainya demi kepentingan umum. FD-WD

2 comments:

  1. Jadi seru welah nya kang ayeunamah main ke WD tuh ,nambihan dikit ah ......di pas per3an jalan lingkar tu ...musti ada penerangan yang lebih dari cukup biar yang berkendara gk plin-plan mo masuk ke jalur yang mana...???
    Juga meminimalisir terjadinya kecelakaan nya kang...???
    Nuhun ahhhh.....

    ReplyDelete
  2. Ya, memang tul2 betul, lingkungan yg alami Wadukdarma, Kuningan bikin kita ketagihan. Soal lampu2 penerangan rupanya sudah ada dalam perencanaan pihak yg bersangkutan, dan pelaksanaanya tidak seperti membalik telapak tangan. Coba saja Pulang Kampung sebentar lihat perbedaan suasana malam sekarang di tempat tersebut, tentu ada perubahan yg mencengangkan. Pemerintah bersama Dinas terkaitnya lebih tahu soal kayak begituan, cuma kita sebagai masyarakat kadang2 ada yg suka tidak sabaran, hehehehe.... Tuh, plang juga sudah terpasang walau hanya di sekitaran Wadukdarma. Kita selalu berharap, mudah2an dimasa mendatang para calon Pengunjung sudah bisa melihat petunjuk arah ke Wisata Wadukdarma sejak perbatasan Kabupaten, misalnya. Setuju? Masa iya sih Kawasan Wisata kebanggaan PEMDA Kabupaten Kuningan kalah oleh rumah makan yg telah berani dan mampu memasang plang2 petunjuk beberapa puluh kilo meter dari dua arah sebelumnya...! Ini kasus beneran lho! Rombongan Keluarga Pengunjung dari Bekasi menggunakan Jalur Pantura yg harusnya tiba tepat waktu, perjalanan menuju Wisata Wadukdarma sampai molor beberapa jam karena kesasar. Begitu tiba, mereka bercerita sambil terengah-engah di Warung Nasi, kecewa tidak bisa mendapatkan plang2 penunjuk ke Kawasan Wisata Wadukdarma, "Kebangetan!" gerutunya.

    ReplyDelete

 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012