Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Tuesday, April 6, 2010

Silaturrahmi

SILATURRAHMI adalah sebuah kata yang mudah diucapkan tapi (sebenarnya) juga mudah untuk dilaksanakan. Bagi yang terbiasa bersilaturrahmi bahkan bagi yang sangat terbiasa natangga akan menjadi ketagihan kadang malah jadi sebuah kebutuhan, ia akan sangat merasa kesepian saat sehari saja tak “bersilaturrahmi”. Tapi lain halnya bagi mereka yang tak terbiasa bersilarturrahmi, silaturrahmi kadang serasa sangat berat dan menyiksa, sebagian dari kita merasa bahwa budaya bersilaturrahmi sama orang dekat dan kerabat saat Iedul Fitri adalah sesuatu yang sangat ditakutinya.

Silaturrahmi dalam Islam adalah sebuah hal yang sangat dianjurkan, bahkan Rasulullah bersabda: Seandainya Rukun Islam itu ada enam, maka yang keenamnya pastilah silaturrahmi (Al-Hadist).
Silaturrahmi yang dianjurkan adalah silaturrahmi yang sesuai dengan arti dari silatu (menyambung) ar-rahmi (kasih sayang), di dalamnya tentu penuh muatan yang diridhai Allah, bukan sebaliknya, silaturrahmi tidak untuk ber-ghibah tapi untuk ber-amar ma'ruf nahyi munkar.


Berbicara tentang silaturrahmi saya jadi teringat saudara saya yang biasa dipanggil Mang Amin, di desa saya (Mang Amin adalah sebuah sosok yang sangat eksentrik, selalu berjabat tangan dengan siapa saja yang dia temui tanpa melihat situasi dan pangkat atau status dari orang tersebut). Pernah saat orang nomor satu di bumi Arya Kamuning ini (Bupati Aang bersilaturrahmi ke PP Daaru-l-Mukhlishin) saat beliau keluar dari mobil dinasnya maka tanpa sungkan Mang Amin langsung nyerobot untuk bersalaman dengan beliau sebelum saya (sebagai tuan rumah) sempat bersalaman.

Mang Amin adalah Simbol silaturrahmi di desa kami. Ia selalu ada di setiap moment, ia ada di setiap hajatan, ada di setiap rapat baik pemuda atau dewasa, ia ada di rapat komunitas ojek bahkan ada di rapatnya para ulama desa. Mang Amin ada di garda depan pada tiap keramaian bahkan juga berperan penting pada proses pengurusan jenazah pada sebuah kematian.
Mang Amin adalah “benang” silaturrahmi. Ialah orang yang paling tahu tentang siapa yang melahirkan, siapa yang mati, siapa yang lagi sakit atau siapa yang sedang berbahagia. Karena memang ia selalu ada dan (sebagai agen silaturrahmi), ia siap mengabarkan berita suka dan duka serta apapun yang ia dapat dari silaturrahminya ke seluruh pelosok desa.

Setiap menjelang lebaran Mang Amin pastilah orang yang paling sibuk. Dirinya seakan guide (pemandu) pariwisata silaturrahmi yang selalu siap dengan sigap menjawab pertanyaan dari para turis silaturrahmi; bagaikan ensiklopedi (desa) berjalan, data base-nya sangat lengkap.
Pastilah ada banyak agen silaturrahmi lainnya di tiap daerah. Tanyalah kepada mereka tentang berbagai hal; Rumah (baru) siapa ini? Sekarang si anu kerja dimana? Anak siapa gadis cantik itu? Ow jalannya sudah bagus nech.. kapan dihotmix? Dll.

Sosok Mang Amin sangat berbeda jauh dengan “gaya silaturahmi”-nya sang juragan di desa kami. Juragan lebih memilih mendelegasikan tugasnya untuk kerja bakti desa pada pekerja yang dibayar daripada harus bersama-sama dengan warga lainya berjibaku sambil bersilaturrahmi-ria. Juragan terbiasa mewakilkan tugas rondanya pada para pembantunya. Sang juragan juga lebih sering menitipkan “amplop” pada orang lain daripada datang sendiri pada sebuah hajatan pernikahan atau sunatan bahkan tidak segan menitipkan uang duka untuk tetangganya yang meninggal. Silaturrahmi baginya cukup diwakili oleh rupiah.

Silaturrahmi adalah pembuka pintu rizki juga bisa memanjangkan umur (Al-Hadist). Lebih dari itu, silaturrahmi adalah kebutuhan kita sebagai makhluq sosial. Sayangnya, perkembangan teknologi yang semakin canggih ini telah banyak berpengaruh pada bentuk silturrahmi yang ada. Silaturrahmi sudah berevolusi kepada bentuk yang baru, adanya fasilitas SMS (Sort Massage Service) telah membuat banyak orang jadi jarang ketemu satu sama lainnya. Seseorang bahkan punya banyak teman akrab di dunia maya melalui chatting via internet. Teman saya sempat dilabrak oleh kakaknya karena sang teman sudah tidak lagi menyambangi sang kakak ke rumahnya yang hanya terhalang oleh lapangan sepakbola. Segala silaturrahminya dilakukan lewat SMS.

Teknologi mungkin bisa mengubah banyak hal pada budaya silaturrahmi ini. Tapi bisakah kita bersalaman (sungkem) lewat telefon? Mungkinkah kita bisa merasakan emosi dari berpelukan dengan ber-SMS? Bagaimanapun kita, seyogianya mendapatkan emosi yang mendalam dari silaturrahmi ini sehingga hikmah dari silaturrahmi menjadi tidak berkurang.
Setelah sekian lama silaturrahmi terabaikan oleh kesibukan kita untuk memenuhi segala kebutuhan, keinginan dan ambisi kita, mari..., di setiap hari (minimalnya pada saat hari yang fitri), kita manfaatkan untuk bersilaturrahmi. Jabat erat tangan kerabat dan sahabat, peluk erat ibu-bapak, teman, bahkan juga lawan kita.
Beri maaf pada semua orang. Raih emosi mendalam dan dapatkan hikmah dari silaturrahmi seraya berdoa; Taqobbalallah minna waminkum, minal 'aidin wal fa idzin, fii kulli aamin wa antum fii khoerin***

Powered by: Kang Yai

No comments:

Post a Comment

 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012