Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Thursday, August 19, 2010

Obyek Wisata Berbenah Diri



Suasana Sore Hari di Gerbang Baru, 
Gerbang Timur Wadukdarma. Foto by: FD-WD  
Sejak difungsikannya Jalan Lingkar Wadukdarma, kendaraan angkutan umum termasuk kendaraan pribadi dari Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka menuju Kabupaten Kuningan, Cirebon, Brebes maupun sebaliknya sudah tidak melewati halaman “Pintu Gerbang Utama” Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma lagi, kecuali kalau ada gangguan lalu-lintas di ruas jalan Lingkar Wadukdarma. Dampak dari perpindahan jalur lalu-lintas ini ada positif dan negatifnya bagi popularitas ciri khas Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma. Dampak positifnya, pertama: Kawasan Obyek Wisata harus Berbenah Diri. Kedua: Kendaraan tamu-tamu wisata yang akan masuk Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma bisa leluasa dan tidak campur-baur dengan lalu-lalang kendaraan umum.


Tata Cahaya Gerbang Selamat Datang 
Sedangkan dampak negatif difungsikannya Jalan Lingkar Wadukdarma tehadap Obyek Wisata yang nyata terasa adalah: Pintu Gerbang ciri khas Obyek Wisata yang sebelumnya mudah diketahui oleh massa, baik itu yang lewat menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi, saat ini, sebelum ada Pintu Gerbang/Gapura baru sebagai pengganti Pintu Gerbang Yang lama, Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma seolah-olah kehilangan wajah. Icon Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma susah diketahui secara sepintas lalu, terutama oleh orang yang baru tahu nama Obyek Wisata Wadukdarma dari cerita orang-orang atau via media cetak dan elektronik.

Dampak negatif ini tentunya sudah disadari, diperhitungkan dan bisa terbaca oleh pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) Pemerintah Kabupaten Kuningan semenjak Jalan Lingkar Wadukdarma dalam tahap perencanaan pembangunannya. Maka dari itu, prioritas utama pembangunan untuk menata Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma saat ini, apalagi menjelang hari lebaran 1431 H adalah pembuatan Pintu Gerbang, yakni Gapura megah sebagai ciri khas Kawasan Obyek Wisata dan merupakan pintu masuk utama pengganti fungsi Pintu Gerbang yang sebelumnya.
Pembuatan Pintu Gerbang Kawasan Obyek Wisata Wadukldarma saat ini dipastikan serba lebih dari Pintu Gerbang yang pertama. Lebih dari segi jumlah, karena memang rencana pembangunannya ada dua tempat, yakni, di sebelah timur dan di bagian barat dari Bendungan. Selanjutnya lebih dari segi kualitas serta kekuatan. Hal ini dilihat dari segi alat dan bahan bangunan, pengerjaan, serta penampilannya memang cukup oke. Diharapkan, mudah-mudahan demikianlah keadaannya. Jangan sampai bangunan yang menghabiskan biaya Rp 177.935.000,- (Seratus Tujuh Puluh Tujuh Juta Sembilan Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah) itu, baru beberapa hari sudah lapuk, mencerminkan hasil dari pekerjaan yang tidak professional, umpamanya….

Pembangunan Gapura ciri khas Obyek Wisata Wadukdarma yang dikasih jatah waktu 75 hari (8 Juni sampai dengan 21 Agustus 2010) ini, apabila Anda berkunjung ke Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma pada lebaran 1431 H tentunya sudah kelar beropasi, berfungsi optimal sesuai dengan tujuan awal pembuatannya. Untuk Pintu Gerbang di sebelah timur sampai saat tulisan ini diposting tidak ada masalah dan optimis bisa segera digunakan oleh pihak Pengelola Obyek Wisata Wadukdarma.


Namun untuk pembangunan Pintu Gerbang Obyek Wisata di bagian Barat Wadukdarma, di sebelah bawah lokasi perkantoran PU Pengairan, rupanya mendapat hambatan. Terbukti, pekerjaan yang baru dimulai tahap pemasangan bata dengan ketinggian + 150 cm sudah roboh, alias ambruk dan besi-besi kerangka betonnya pun sudah tidak terpancang sebagai mana mestinya.

Ketika Penulis mengonfirmasi hal itu ke salahseorang bagian Pelaksana Pengerjaan yang tidak mau disebutkan namanya, Beliau tidak mengetahui pasti penyebabnya. Diduga berat, robohnya pasangan bata dan besi kerangka beton tersebut adalah pekerjaan tangan-tangan jahil yang tidak bertanggungjawab. Pekerjaan orang-orang yang berpemikiran kerdil tidak menghendaki adanya perkembangan dan kemajuan. Bagi Pelaku pengrusakan, semoga Tuhan cepat memberi hidayah dan keinsyafan, serta kesadaran bahwa; Betapa pentingnya sebuah perkembangan, kemajuan dan pembangunan untuk umum. Kepentingan umum lebih utama di atas kepentingan pribadi.


Gerbang Barat, Pintu Masuk
Menuju Kawasan Wisata Wadukdarma
Namun Alhamdulillah setelah sekian lama dan melewati banyak rintangan, karena memang bangunan tersebut harus ada, akhirnya di penghujung tahun 2011, Pintu Gerbang Barat tempat masuknya pengunjung dari wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka dan sekitarnya sudah berdiri megah dan dapat difungsikan untuk melayani tamu yang hendak masuk menikmati indahnya alam wisata Wadukdarma.

Mengakhiri tulisan ini, rupanya, ucapan “selamat” layak dihaturkan kepada Pengelola berikut Pelaksana Obyek Wisata Wadukdarma atas terwujudnya Pintu Gerbang yang kini sudah lengkap, di timur dan barat. Mudah-mudahan dengan terciptanya Pintu Gerbang masuk Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma yang megah bisa menjadikan sebuah motivasi bagi Pengelola dan Pelaksana Obyek Wisata untuk senantiasa tampil professional dalam pelayanan demi kenyamanan para pengunjung Obyek Wisata, sehingga muncul kesan positif, dan terbersit di hati mereka suatu rasa ingin kembali berkunjung ke Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma di kemudian hari. FD-WD

Info terkait:

1 comment:

  1. Woow ...keren nya kang ayeunamah yeuh Waduk darma teh ,,bener2 potensi anu ageung ..
    jadi kpengen pulkam yeuh ..he he he..
    salam teupang aah kasadayana ...

    ReplyDelete

 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012