Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Wednesday, December 22, 2010

Wadukdarma Merupakan Transit Rombongan Peziarah

Peziarah Transit
Peziarah dari Jawa Tengah Transit di Wisata Darma
Sebagaimana telah kita ketahui dari sejarah, Pulau Jawa terkenal dengan sebutan daerah Wali Sanga (Songo). Tempat-tempat perjuangan para Wali tersebut ketika menyebarkan ajaran Islam tempo dulu, kini menjadi ramai dikunjungi para Peziarah. Orang-orang dari Jawa Barat berziarah ke daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebaliknya, orang dari Jawa Timur atau Jawa Tengah pergi berziarah ke Wilayah Jawa Barat. Tempat yang sudah tidak asing lagi dan ramai menjadi tujuan para Peziarah terutama pada bulan Maulud yaitu daerah Cirebon, tempat Syeh Syarif Hidayatulloh yang tenar dengan sebutan Sunan Gunung Jati.
Masih di Wilayah Jawa Barat, seandainya kita ambil garis lurus istilahnya, dari Cirebon menuju selatan, tujuan Peziarah sudah bisa ditaksir akan menuju ke daerah Situ Lengkong, Panjalu, Kabupaten Ciamis. Selanjutnya, seperti yang diceritakan oleh anggota rombonhan Peziarah dari Wilayah Kebumen Jawa Tengah, 22/12/2010 di Kawasan Wisata Wadukdarma, rombongan mereka akan meneruskan perjalanannya menuju tempat Ziarah di Wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat bagian selatan yaitu daerah Pamijahan-pusat perjuangan Syeh Haji Abdul Muhyi.

Perjalanan dari tempat Sunan Gunung Jati, Cirebon menuju tempat Syeh Abdul Muhyi, Pamijahan Tasikmalaya, tentunya akan melewati Kawasan Wisata Wadukdarma, Kawasan Wisata Air terbesar di Wilayah Kabupaten Kuningan. Tempat inilah yang sudah biasa dijadikan tempat persinggahan oleh Para Peziarah tersebut. Memang cukup beralasan jika demikian kenyataanya. Pertama, perjalanan dari Pantai Utara Jawa Barat menuju Pantai Selatan itu cukup memakan waktu lama di perjalanan sehingga jika mau beristihrahat, Wadukdarma-lah yang dianggap tepat untuk berefreshing, sebelum melanjutkan perjalan. Kedua, ada istilah mungpung. “Mungpung ada sempat, mungpung terlewati, apa salahnya bila mampir dulu ke Kawasan Wisata Wadukdarma. Kalau tidak sambil lewat, mau kapan lagi,” begitulah alasannya.

Ketika disinggung bahwa bulan Maulud masih jauh, “Mungpung masih lowong,” jawabnya. “Berziarah tidak mesti harus bulan Maulud.” Ya, memang begitulah keadaannya, Kawasan Wisata Wadukdarma sering dijadikan tempat transit oleh para Peziarah yang menuju Wilayah Ciamis dan Tasikmalaya atau Peziarah dari Tasikmalaya yang mau meneruskan perjalanan ziarahnya ke Wilayah Cirebon. Makanya, tidak aneh kalau pengunjung yang masuk Kawasan Wisata ini serba bara-buru, tergesa-gesa. Namun, walau sejenak, atas nama Pengelola dan Pelaksana Wisata Wadukdarma, menghaturkan banyak terimakasih atas kungjungan dan simpati dari para Peziarah yang sempat singgah sebelum meneruskan perjalanan Ziarahnya ke Tasikmalaya atau ke Cirebon.

Wadukdarma memang benar-benar berada di jalur lalu-lintas Peziarah. Dari Jawa Timur, Jawa Tengah menuju tempat Ziarah di Cirebon bisa menggunakan jalur Pantura. Cirebon menuju ke Tasikmalaya, Wilayah Pantai Selatan Jawa Barat, para Peziarah bisa dipastikan melewati Wadukdarma. Selanjutnya, kalau mau pulang dari Tasikmalaya menuju ke Jawa Tengah atau Jawa Timur bisa langsung menggunakan Jalur Selatan, melewati Kota Madya Banjar dan Purwokerto.

Bagi yang berziarah dari Wilayah Banten dan Jakarta pun demikian. Masuk ke Wilayah Cirebon bisa menggunakan Jalur Pantura. Andai kata daerah tujuan ziarah diteruskan sampai ke tempat perjuangan Syeh Haji Abdul Muhyi tempo dulu, yang dikenal dengan nama Pamijahan di Tasikmalaya, Peziarah akan pulang menuju tempat tinggalnya di Wilayah Barat Jawa Barat tidak usah kembali ke Cirebon. Perjalanan bisa melalui Jalur selatan, melewati Wilayah Garut dan Bandung. Intinya, dari tempat ziarah yang ada di Tasikmalaya menuju ke tempat ziarah di Cirebon atau pun sebaliknya, perjalanan para Peziarah akan melewati Kawasan Wisata Wadukdarma. Bahkan sebelum jalurnya dibelokkan ke Jalan Lingkar Wadukdarma, jalur lalu-lintas persis melewati Bendungan Wadukdarma. Jadi, pantaslah kiranya bila Kawasan Wisata Wadukdarma mendapat sebutan Transitnya Para Peziarah. FD-WD

No comments:

Post a Comment

 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012