Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Wednesday, April 7, 2010

Menengok Jejak Manusia Purba di Cipari

Batu-batu Bisu itu Rindu Sentuhan


BILA di Mojokerto (Jawa Timur) ada banyak ditemukan situs-situs penyimpan kerangka manusia purba, maka di Kuningan pun bisa Anda temukan situs penyimpan bukti sejarah kuno yang bisa “berbicara” banyak tentang kehidupan manusia di zaman purba. Benar memang di Kuningan, tepatnya di Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur, tak ditemukan kerangka manusia purba. Namun sejumlah benda purbakala yang menjadi bukti peradaban massa purba berhasil ditemukan, digali dan selanjutnya diamankan.


Sayang memang, keberadaan Taman Purbakala Cipari demikian situs itu dinamai-- keberadaannya kini sangat memprihatinkan. Situs yang pada tahun-tahun akhir 1970-an hingga awal-awal tahun 1980-an itu cukup memikat dan menjadi kebanggan Kota Kuningan itu kini sepi dan terkesan tak terawat dengan baik.


Ketika pada Rabu pekan lalu, Fokus menyambangi situs itu yang pertama ditemui adalah kesenyapan. Selanjutnya adalah nyanyi bisu batu-batu hitam yang berjejer memagari lokasi situs. Hanya ada sepasang muda-mudi yang terlihat “berdialog bisu” di hamparan sebuah batu besar di sebelah barat. Yakin, kedua pasangan itu tidak sedang merenungi apa bagaimana yang terjadi dengan nenek moyangnya ratusan atau bahkan ribuan tahun lalu. Keduanya semata-mata sedang nguji wawanen ngomongkeun cinta.

Puasa: Membangun Tubuh dan Jiwa Baru

KangYai Mengaji
HAI orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa seperti telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertakwa. (al-Baqarah: 183)

Pengunjung "Wadukdarma" (Waduk Darma) yang budiman, "ayat" tersebut di atas mengisyaratkan bahwa kewajiban puasa adalah bukan hal yang baru. Puasa telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kita. Bahkan sepanjang sejarah, orang-orang suci dari berbgai agama dan para petapa telah menjadikan puasa sebagai sarana pemurnian yang membangun semangat. Puasa telah membawa para pelakunya pada suatu kondisi yang lebih tenang, jernih dan spiritualis.


Ada banyak sekali jenis dan macam puasa yang biasa dilakukan baik berdasarkan pada keyakinan keagamaan atau atas dasar kebudayaan leluhur. Dalam agama Kristen ada yang disebut puasa Paskah.
Kita mengenal puasa Nisfu Sya'ban, puasa Senin-Kamis dll, sampai puasa yang pelaksanaannya berdasar pada kepentingan medis untuk alasan pengobatan atau terapi. Atau bahkan ada yang menggunakannya untuk berdemo (mogok makan, misalnya).

Lebaran Tanpa Mercon

“MERCON” (petasan) adalah sesosok benda yang ditakuti, dibenci tapi juga dipuja, digandrungi dan dirindukan. Suatu perayaan (khitanan, pernikahan, lebaran dll) kadang serasa belum afdhal tanpa rentetan bunyi petasan. Apalgi di penghujung Romadhon, kuantitasnya serasa bertambah. Lokasi bendungan pun setelah Jalan Lingkar Wadukdarma difungsikan, menjadi tempat yg dianggap strategis untuk lokasi penyulutan petasan dan peluncuran kembang api.


Besarnya pengaruh petasan bagi kemeriahan sebuah perayaan (keagamaan) adalah pertanda yang jelas betapa kompleksnya penghayatan agama yang terjadi di tengah masyarakat kita. Sesuatu yang nampak sangat ukhrawi (akhirat banget) dan kudus ditinjau dari pandangan ubudiah antara hamba dan Tuhannya, ternyata bisa berubah menjadi sesuatu yang sangat duniawi (dunia banget).


Entah bagaimana dan mulai kapan proses “evolusi” keagamaan ini terjadi. Yang pasti di sela-sela ritual keagamaan (atau yang hanya mengatasnamakan agama) selalu (hampir) pasti diwarnai dan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan dari Para Pencari Tuhan (meminjam istilah dari judul sinetron yang lagi in) tsb.
Semangat ibadah untuk mencari kedamaian dan kebahagiaan hakiki akhirnya banyak dimanfaatkan oleh mereka yang menawarkan jasa dan barang untuk kebutuhan “Para Pencari Tuhan” itu.
 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012