Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Monday, January 23, 2012

StartUp PDAU: Renovasi dan Penataan

Ruang Rapat PDAU
Suasana Ruang Rapat Kantor PDAU, 18/01/2012: Pertemuan Manager Unit OW Wadukdarma, Bobby Fajar Rianto, S. PT dengan Fotografer didampingi Kabag Operasional dan Pengembangan Usaha PDAU, Rani Fitriani, ST
Rencana kerja Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Kuningan khusus untuk pengembangan Kawasan Wisata Wadukdarma, melanjutkan perjalanan perjuangan DISPARBUD sejak 02 Januari 2012 ini, sebagaimana telah disampaikan Manager Unit Obyek Wisata Wadukdarma, Bobby Fajar Rianto, S. TP kepada pihak Fotografer Rabu Siang, 18/01/2012 di ruang rapat kantor pusat PDAU, Jl. Siliwangi No. 09 Kelurahan Cirendang Kecamatan/Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Lokasi Bekas Terminal Bis), Bobby mengungkapkan, “Langkah awal untuk mewarnai tugas yang diembannya adalah perlakuan renovasi dan penataan terhadap sejumlah fasilitas di dalam Kawasan Wisata. Untuk sementara, tahun 2012 ini merupakan tahun renovasi dan penataan.”

Prioritas utama penanganan renovasi tersebut dilakukan terhadap fasilitas vital yang keberadaannya sangat mempengaruhi citra Kawasan Wisata. Lebih jauh Bobby menyebutkan, “Sarana Pejalan Kaki, Sarana Mainan Anak, dan Villa (Cotage) akan segera direnovasi,” tegasnya. “Bahkan untuk Villa, penanganan renovasi bagian luarnya telah dilakukan lebih dulu. Kalau tidak ada kendala, minggu ini direncanakan beres semuanya,” tambah Bobby, waktu itu.

Keterangan Manager Unit Obyek Wisata Wadukdarma ini diperkuat oleh Kepala Bagian Operasional dan Pengembangan Usaha PDAU, Rani Fitriani, ST di tempat yang sama pada pertemuan tersebut. Karena memang bagiannya, Rani lebih gamblang menerangkan Master Plan, perencanaan penataan untuk Kawasan Wisata Wadukdarma masa mendatang. Soal keberadaan tata-letak panggung terbuka-serbaguna saat ini pun, menurut Rani, bila disesuaikan dengan rencana penataan dari pihak PDAU, posisi panggung tersebut kurang tepat dan sangat mengganggu pemandangan. Sehingga bila pengerjaan start-up sudah rampung, pada tahap penataan dan penambahan fasilitas selanjutnya, panggung tersebut akan dibongkar, dipindahkan lokasinya serta akan dibangun lagi di posisi paling timur, yaitu lokasi paling ujung di sekitar Toilet dan Mushola paling besar saat ini (milik seseorang). Dengan pola perencanaan tata ruang yang memperhatikan unsure seni dan keindahan linkungan, harapan Rani sebagai Kepala Bagian Operasional dan Pengembangan Usaha PDAU, lokasi sempit bisa nampak leluasa dan sedap dipandang.

Ide dan Konsep PDAU untuk Kawasan Wisata Wadukdarma memang bisa dibilang berlian. Rencana tersebut pantas tercetus dari mereka karena, Team PDAU Kabupaten Kuningan didominasi oleh tenaga-tenaga muda. Muda dalam usia, segar-bugar penuh semangat. Satu hal yang membuat team Manajemen PDAU unggul, kepanjangan nama-nama mereka merupakan gelar yang tidak sembarangan bisa bebas disandang oleh setiap orang. Nama yang diimbuhi gelar di awal atau di akhir, merupakan cerminan dari orang yang menyandang nama tersebut telah mumpuni dengan ilmu dan keakhlian. Untuk lebih jelasnya, hal tersebut dapat kita lihat pada Struktur Organisasi PDAU Darma Putra Kertaraharja. Atas dasar itu, jangan aneh bila Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S. Sos memilih “Team PDAU” untuk melanjutkan pengelolaan dan pengembangan Kawasan Wisata Wadukdarma kebanggaan masyarakat Kuningan ini.

Indikator yang mencerminkan keprofessionalan, terlihat ketika Kabag Operasional dan Pengembangan Usaha PDAU mempresentasikan Design Rencana Pengembangan Kawasan Wisata menggunakan Laptop di hadapan Perwakilan Komunitas Fotografer. Rani menunjukan konsep megah terkait Pengembangan Kawasan Wisata Wadukdarma mulai dari rencana penataan di daratan Kawasan Wisata hingga Design Rencana Pengembangan Wahana Wisata Air, bentuk bangunan dermaga dan rencana fasilitas permainan air pelengkapnya. Sehingga, bila gagasan pengebangan terwujud, jelas Rani, “Wadukdarma akan menjadi Darma Water Sport & Resort terlengkap di Jawa Barat.” Namun Rani sangat tercengang ketika “konsep megah” PDAU merasa “termentahkan” oleh keterangan singkat-padat dari Tokoh Masyarakat Jagara, selaku Ketua Komunitas Fotografer Wisata Wadukdarma, Uba Rusmana, yang diamini oleh beberapa anggotanya. Uba menyebutkan, “Volume air Wadukdarma tidak langgeng, Wadukdarma suka mengering.”

Aktivitas Pengunjung di Batudatar
ketika Wadukdarma mengering
Sejak kalimat “Wadukdarma suka mengering” terlontar, akhirnya, panjang lebar Uba menerangkan hal ikhwal yang berkaitan dengan kondisi perairan Wadukdarma. “Jika sudah mengering, apalagi musim kemarau” jelas Uba, “pernah mencapai hingga delapan bulanan lamanya. Kalau kondisinya sudah begitu, nama besar Wadukdarma tidak ada apa-apanya, dan daratan Batudatar akan muncul menjadi wilayah paling dominan menunjang aktivitas warga setempat untuk bercocok tanam palawija. Kecuali itu, pengunjung yang datang pun bersuka-ria mencari dan menikmati indahnya alam Wadukdarma terfokus di wilayah daratan jejadian yang sudah kental dengan julukan Batudatar tersebut. Banyak kendaraan bermotor memasuki wilayah daratan itu dan, bahkan kendaraan roda empat pun masuk.”

Kendaran Roda Empat Merambah Batudatar
Mencari dan menikmati keindahan Alam
Ketika Wadukdarma Mengering
Komentar Uba Rusmana di tempat terpisah mengenai rencana penataan dan pengembangan Wahana Wisata Air berupa pembangunan dermaga megah yang dicanangkan untuk Kawasan Wisata Wadukdarma oleh PDAU, “Design Rencana Pengembangan tersebut cocok dan lebih tepat bila diterapkan di tepi samudra luas, lautan yang volume airnya tak pernah surut!” Jika rencana pembangunan dermaga semegah itu jadi diterapkan di perairan wisata Wadukdarma, hasilnya akan mubah (red: mubazir) dan penambahan sarana bisa disebut pengembangan tidak tepat-guna. Bagaimana dampaknya bila fasilitas Wahana Wisata Air semewah itu kekeringan berbulan-bulan, terlantar bukan? Jangankan menikmati hasilnya, biaya untuk pemeliharaannya pun bagaimana. Seandainya boleh menyumbang saran, Tokoh Masyarakat Jagara, selaku Ketua Komunitas Fotografer Wisata Wadukdarma, Uba Rusmana ketika menceritakan kembali dan mencermati soal hasil pertemuan di Kantor Pusat PDAU, Beliau berpesan, “Seyogianya, seiring dengan pelaksanaan renovasi fasilitas yang telah ada, tinjau dan renovasi kembali rencana pengembangan untuk Wahana Wisata Air Wadukdarma tersebut. Cari solusi yang paling tepat, cermati kondisi lingkungannya, baca secara seksama, barulah bikin perencanaan penataannya.” Mengakhiri titipan pesannya ketika ngobrol dengan Penulis, Uba Rusmana memberikan kalimat kiasan, “Jika ingin membuat baju untuk diri sendiri agar kelihatan bagus, ukurlah badan sendiri dan, janganlah mengukur badan orang lain!” -(FD-WD)-
=========================================================================================================
Info Terkait: 

2 comments:

  1. Sebaiknya PDAU mengikuti apa yang disampaikan para fotografer. Atas dasar itu Program Kerja Utama PDAU adalah bagaimana caranya mempertahankan debit air, misal dengan menanam pohon-pohon besar di pinggir waduk. Sedangkan program kerja yang lainnya mengikuti jadi tidak terobsesi dulu ke konsep ideal wisata air yang 'wah ...'

    ReplyDelete
  2. bergantung pada pemerintah malah cape n lelah mendingan berkarya dengan sepenuh hati aja bro mau diperhatikan atau tidak ama pemerintah ga masalah, yang mesti kita pikirkan adalah warisan untuk anak cucu kita, kan pejabatnya juga mikirin warisan buat anak cucunya sendiri. urusan yang beginian ya klo sempet n inget aja itu juga klo ada angponya. sukses bro kita sama sama berjuang

    ReplyDelete

 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012