Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Monday, June 4, 2012

Harta Karun Penghias Wadukdarma

Gunung Gegerbeas Wadukdarma
Gunung Gegerbeas (Pabeasan), Jagara
Maraknya pencarian harta karun di negeri ini rupanya tidak surut. Pergerakan dari Peminat harta tersebut walau tidak secara terang-terangan terpublikasikan oleh media massa, informasi dari mulut via mulut akhirnya tersebar pula mencuat ke permukaan. Dari cerita yang menjalar, sudah cukup mengindikasikan bahwa, orang yang ingin mendapatkan harta karun masih banyak berkeliaran. Mereka berpetualang dalam satu kelompok ataupun perorangan menuju tempat-tempat atau orang yang sekiranya memiliki sesuatu yang dianggap harta karun; emas batangan, mata uang jaman dulu, batu antik, batu giok, bambu petuk (ruas bambu susun terbalik), bunga bambu, batik antik jaman dulu (jaman kerajaan), pedang pusaka, dll.

Seorang maniak harta-karun mengatakan bahwa, kalau kita berani meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam beberapa saat untuk mentafakuri alam, ternyata, di setiap tempat “harta-pusaka” yang istimewa itu ada. Termasuk di Wadukdarma dan sekitarnya, tempat-tempat yang erat kaitannya dengan sejarah Darma, Darmaloka, Kuwu Darma Pertama, Dalem Cageur, Pangeran Gencay (Korban Pertama perairan Wadukdarma di malam purnama) beberapa ratus tahun silam, tentu sangat banyak menyimpan harta-karunnya.

Pengertian harta-karun ternyata berbeda-beda dan sangatlah pribadi sifatnya, tergantung kepada siapa yg memiliki atau menggandrunginya. Selanjutnya soal "harta-karun" dimaksud bisa jadi mahal dan bisa jadi tak ada nilai apa-apanya bila disandarkan kepada siapa yang menilainya. Harta-karun bisa diistilahkan kepada benda khusus yg dimiliki seseorang, dan sebutan istimewa terhadap barang itu pun hanya oleh orang yg memilikinya dan kelompok tertentu saja.

Mahal dalam harga tergantung seberapa besar perasaan orang mengultuskan benda tersebut dan, bahkan orang yang menganggap harta-karun pada "sesuatu" yg dimilikinya terkadang suka dikatakan orang bodoh oleh orang lain yang tidak tahu sejarah atau mafaat benda yg disebut "harta-karun" itu. Contoh kasus, mari kita ambil dari seorang anak kecil, topi dan coklat. Bagi orang lain, makanan coklat kemasan istimewa dilihat dari nilai uang tentunya lebih mahal dan pada umumnya sangat disenangi anak-anak, sedangkan topi butut yang dekil merupakan barang yang murah. Namun bagi si anak, topi hasil rajutan ibunya dan sejarah yg terkait dengan topi tersebut merupakan sesuatu yang mahal tak ternilai harganya sampai-sampai anak tersebut mempertahankan topi dan tidak mau ditukar dengan coklat.

Kesimpulan tentang pengertian "harta-karun" untuk sementara ini, mari kita sepakati bahwa harta tersebut merupakan sesuatu barang atau benda yang sangat mahal hingga tak ternilai harganya khusus bagi pribadi seseorang atau kelompok yang memiliki dan atau bagi orang yang sama-sama menyenanginya. Kecuali orang-orang tersebut dalam kelompok maniak harta-karun, tak ada lagi istilah yang harus dikultuskan melainkan hanya satu Dzat, yaitu, Dzat Maha Pencipta, Pencipta Alam Semesta dan seisinya yang pantas dikultuskan. Kita boleh cinta sesuatu yang dianggap harta-karun dan segala keindahan serta kelebihannya namun, jangan sampai membelokkan kita dari kecintaan dan kewajiban selaku makhluq terhadap Kholiq-nya.

Harta-karun Penghias Wadukdarma yang telah banyak memberikan manfaat sebagai jalan lancarnya rizqi bagi kelompok tertentu sudah ada sebelum Waduk terbentuk. Gudang harta-karun dimaksud adalah Gunung Gegerbeas (Gunung Pabeasan). Bagi Kelompok Fotografer Wisata, Gunung Gegerbeas merupakan Gunung Harta-karun. Karena keberadaan Gunung tersebut, banyak Pengunjung Wisata Wadukdarma telah mengabadikan kunjungannya dengan latar belakang (background) panorama alam yang banyak kemiripan dengan tempat wisata lain, katanya. Bahkan ada beberapa kelompok pengunjung yang berhasil mengabadikan kenangan berlatar-belakang pemandangan Gunung Gegerbeas, dalam cetakan fotonya ingin diimbuhi keterangan dengan nama lokasi wisata lain, menggantikan kalimat Kawasan Wisata Wadukdarma yang sudah menjadi keterangan baku versi Fotografer Wisata Darma. Ada-ada saja….

Kecuali Fotografer Wisata Wadukdarma, Pemilik tanah di Gunung Gegerbeas merupakan orang yang bisa dibilang mumpuni dengan harta-karun karena, berdirinya Gunung tersebut seolah-olah terbentuk dari susunan lempeng bebatuan hasil karya (daya-cipta) manusia yang cukup produktif dan berdaya jual tinggi. Bebatuan yang tersusun menggunung di Gunung Gegerbeas ibarat candi tertimbun tanah. Namun kalau batu-batu tersebut digali, diangkat dan dijual, apa yang bakal terjadi di kemudian hari? Tentunya bencana alam akan menimpa. Angin barat yang dahsyat bakal leluasa tanpa adanya penghalang lagi. Sumber air pun akan jadi musnah, dan begitu pula keindahan alam yang menjadi dambaan bakal menghilang. Harta-karun penghias Wadukdarma memang bisa dinikmati dan senantiasa bermanfaat untuk lingkungan jika keberadaannya tetap lestari, utuh tidak terusik, menjulang indah di sebelah timur hamparan perairan Wadukma. Subhanallooh…. FD-WD

No comments:

Post a Comment

 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012