Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Saturday, October 20, 2012

Wadukdarma Surut Cukup Menakjubkan

Foto PreWedding Wadukdarma
Kegiatan Foto PreWedding ketika Wadukdarma surut
Wadukdarma surut menciptakan keindahan dan daya tarik tersendiri, menjadi pusat perhatian massa yang peduli dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Kawasan Wisata Air terluas di Kabupaten Kuningan, yang sudah mulai terbiasa dengan sebutan nama Wisata Darma, tiada lain  adalah merupakan sumber penampungan air buatan untuk berbagai macam keperluan. Saat ini, volume airnya surut dan mulai kekeringan. Setiap musim kemarau panjang, fungsi Wadukdarma sebagai sumber air akan berbicara dan dibicarakan karena bagaimanapun juga aliran airnya sangat didambakan untuk kehidupan, khususnya bagi sebagian masyarakat Kabupaten Kuningan. Maka wajarlah jika datang musim kemarau panjang keadaan airnya terus berkurang bahkan sampai pernah kekeringan melebihi seumur jagung lamanya.

Wadukdarma surut, sesungguhnya sangat menakjubkan dan menarik perhatian. Akibat volume air terus menyusut, banyak keindahan alam yang muncul membentuk daratan menyerupai pulau-pulau kecil di tengah kawasan Wadukdarma.  Kecuali di tengah tempat tersebut, keindahan lain muncul di pinggir perairan Wadukdarma berupa kelokan tanah-tanah yang kekeringan-bisa ditanami palawija. Keadaan seperti itu cukup memakjubkan karena merupakan pemandangan langka terjadi. Sudah barang tentu bagi orang-orang luar Jagara dan Wilayah Kecamatan Darma, yang hanya tahu sepintas ketika permukaan air penuh-subur sampai batas dermaga, kedangkalan Wadukdarma sangat menarik perhatian, memancing pengunjung mengucap kalimat: "Oh, ternyata...."

Memang tak dapat dipungkiri lagi, surutnya Wadukdarma sampai mengering sebagian, membangkitkan rasa penasaran Pengunjung untuk  mengetahui bagaimana sesungguhnya permukaan tanah yang menjadi dasar Wadukdarma. Kecuali orang yang menyintai keindahan, ternyata, binatang pun cukup tertarik dengan kondisi surutnya Wadukdarma. Sebagai bukti, burung yang sudah dianggap langka populasinya, berdatangan mencari mangsa. Burung dimaksud adalah Bangau. Bagi Anak jaman sekarang, apalagi anak orang kota, belum tentu tahu bagaimana wujud burung Bangau yang bebas berkeliaran, bergerombol mencari mangsa. Atau bagaimana rupanya burung Kuntul (sebangsa burung Bangau berbulu putih, Bangau juga belum tahu ya, kecuali dalam lagu) dan juga burung Blekok (mirip Bangau tapi kecil ada yang berwarna putih, putih kekuning-kuningan), itu pun banyak orang tak mengenalnya dan merasa aneh ketika melihat banyak bertebaran di lahan kering Wadukdarma. Semua burung-burung tersebut senantiasa datang ketika Wadukdarma mengalami kekeringan. Tentu saja, aktivitas burung langka punya daya tarik tersendiri pula dan merupakan pemandangan yang jarang dijumpai di tempat wisata lain, terutama di Wilayah Kabupaten Kuningan.

Perkemahan ketika Wadukdarma surut
Lokasi Perkemahan ketika Wadukdarma surut
Kecuali menakjubkan, Wadukdarma surut ternyata tidak luput dari perhatian berbagai pihak juga. Pertama, masyarakat yang gemar bercocok tanam palawija. Kedua, Insan Fotografi yang jeli dan kreatif. Ketiga Komunitas Pecinta Offroad. Keempat adalah pihak yang agresif, peduli dengan kondisi pasang-surut Wadukdarma. Mereka adalah pihak Media Massa. Seperti beberapa hari yang telah lalu, 13/10/2012, lewat tengah hari, seorang Pewarta datang menemui Manager Unit Wisata Darma, Andang Koswara. Ternyata, Pewarta itu tertarik juga oleh situasi Wadukdarma yang mengering dan ketika menemui pihak Pengelola Wisata, Beliau meminta konfirmasi tentang sejauh mana pengaruh Wadukdarma surut terhadap jumlah pengunjung wisata yang cenderung menurun akhir-akhir ini. Apakah berkurangnya pengunjung wisata akibat dari mengeringanya Wadukdarma? Manager Unit Obyek Wisata Darma, Andang Koswara, dengan bijak menyatakan: "Surutnya volume air Wadukdarma tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah Pengunjung.” Andang menambahkan, “Yang jelas, naik turunnya jumlah Pengunjung Wisata ke Wadukdarma sangat berkaitan dengan hari libur, hari Minggu, atau hari libur nasional.”

Begitulah kenyataannya, di setiap tempat wisata, jumlah kunjungan akan terpengaruh oleh adanya hari libur, termasuk di Kawasan Wisata Wadukdarma ini. Soal surut airnya sampai kekeringan, keadaan tersebut tidak bisa jadi factor penyebab berkurangnya jumlah pengunjung akhir-akhir ini. Justru, Wadukdarma surut, sebetulnya cenderung meningkatkan Daya tarik Wisata Darma karena, kenyataan yang ada, lahan bermain dan tempat perkemahan untuk kegiatan Pramuka dan kegiatan lainnya jadi bertambah. Kendaraan bermotor pun bisa masuk walau sebetulnya, "Kami tidak mengizinkan," jelas Andang. Di sisi lain, untuk setting lokasi foto pre wedding (pranikah) pun, keindahan seni fotogafi dari tanah dasar Wadukdarma yang mengering itu sangat menakjubkan. 


Singkat kata, dengan surutnya Wadukdarma, banyak dijumpai pemandangan langka, suatu keindahan alam yang diikuti timbulnya flora dan fauna, sangat menakjubkan untuk ditafakuri. Satu hal yang belum nampak pemanfaatannya oleh masyarakat dari kekayaan air Wadukdarma adalah Kijing (sejenis siput air). Jenis ini, Wadukdarma bisa dikata gudangnya. Populasi Kijing di dasar Wadukdarma cukup menakjubkan jumlahnya. Hanya orang-orang tertentu dari luar kota saja yang sering memanfaatkan Kijing WadukdarmaFD-WD



Info terkait:
Pasang-surut Wadukdarma Menjanjikan.
Waduk Darma Terus Menyusut, Aliran ke Irigasi Dihentikan

No comments:

Post a Comment

 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012