Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Friday, February 21, 2014

Gazebo Wadukdarma Inang Malapetaka

Gazebo Wadukdarma Berkonduktor
Gazebo Wisata Darma Berkonduktor
Malapetaka akibat sambaran petir menimpa tiga orang anak manusia yang sedang bernaung di Gazebo Wisata Darma. Gazebo yang tersusun rapih, tertata di pinggiran Kawasan Wisata Wadukdarma ternyata berpeluang untuk menjadi sarang listrik alami yang maha Dahsyat datang dari langit. Tepatnya, Kamis Kliwon, 20 Februari 2014 sore hari sejak menjelang Ashar terjadi hujan deras mengguyur perairan dan Kawasan Wisata. Derasnya hujan disertai angin kencang dari arah selatan, menimbulkan gumpalan gelombang air Wadukdarma tinggi besar saling kejar-mengejar tidak seperti biasanya. Kilatan cahaya petir dan dahsyatnya suara halilintar silih berganti. Hujan semakin deras saat itu, menyiutkan para pemancing yang selalu berjejer di pinggiran Dermaga selatan. Namun entah kenapa, mungkin karena hobi dan sudah kecanduan memegang alat pancingan, mereka tetap bertahan dan hanya beringsut, berteduh di Gazebo yang tidak jauh dari tempat di mana alat pancing bertengger untuk menipu ikan-ikan Wadukdarma. Bahkan ada salahseorang dari mereka tetap nongkrong-tidak mau berteduh, setia mendampingi pancingannya.

Rupanya, walau mereka berteduh, konsentrasi tetap mengait pada alat pancing dan tempat masing-masing sehingga tidak sadar bahwa Gazebo yang dijadikan tempat berlindung dirinya diliputi logam mulai dari atap berbentuk limas dan pagar-pagarnya, semua itu terbuat dari bahan yang produktif untuk menghantarkan listrik (konduktor). Kecuali yang di luar, Keterangan Nurjaman, sekitar tujuh (7) orang berteduh di dalam Gazebo. Sementara, derasnya hujan dan tiupan anging kencang semakin meningkat. Untuk menghindari semburan air hujan tertiup angin, seorang lelaki bertengger dipagar besi, antara tiang-tiang kayu kelapa penyangga Gazebo. Seorang Bapak beranak, berdiri di balik punggung anaknya, menghadap utara, membelakangi datangnya semburan air, melindungi anak kesayangan yang berpegangan terhadap pagar besi. “Di saat itulah kilatan petir dan suara halilintar yang semula dianggap wajar, tiba-tiba menggelegar dengan dahsyat diikuti cahaya terang berderang membuat para pemancing yang merencanakan pulang menggunakan helm pelindung kepala dan jas hujan bertiarap, merangkak di tanah basah,” begitulah Abah Huis si Raja Pancing Wadukdarma, menuturkan sambil menggigil di ruang studio Fokus Digital Komputer Wadukdarma. Masih cerita Abah Huis, sadar dirinya selamat dari kilatan api yang menyerang tempat nongkrongnya, si Pemancing Kawakan bersama rekannya dikejutkan oleh tiga orang yang menggelepar di Gazebo, dua orang dewasa dan seorang anak sekitar usia kelas satu Sekolah Dasar. Mereka penduduk Ciborelang dan Parung Kecamatan Darma, merupakan peserta baru yang ikut gabung dengan kelompok Pemancing Kawakan di Wisata Darma. Ketika “wadukdarma.com” mengorek informasi tentang nama mereka pun, Nurjaman seorang Pemancing Kawakan yang di saat kejadian sama-sama berada di satu lokasi, selamat dari malapetaka sambaran halilintar, Nurjaman mejawab, “tidak tahu sama sekali siapa nama mereka.” Nurjaman menegaskan: “Mereka peserta anyar…!”  

Di antara kepanikan yang menyelimuti, seorang laki-laki muda dengan sigap memangku anak keluar, menjauh dari Gazebo Wadukdarma Inang Malapetaka. “Saya tak tahu harus lari ke mana, intinya asal pergi mencari pintu ruangan yang masih terbuka,” cerita lelaki itu setelah berada di ruangan Studio Foto Wisata Fokus Digital Wadukdarma. “Bagaimanapun caranya, tujuan saya ingin meminta pertolongan,” tambahnya. Iyan Herlan, seorang Operator, Fotografer dan Image Designer Fokus Digital, tak mengerti kata-kata lelaki yang spontan datang sambil memangku anak cuma bilang, “air, air, air hangat” dengan nada tergopoh-gopoh. Sambil diliputi rasa heran dan tak tahu apa yang terjadi, Iyan Herlan segera meraih anak dan menidurkannya di atas tikar. Setelah mengusahakan mengasih minum air hangat agar si anak sadar, dibantu oleh Hudly Putra Batutumpang, yang selanjutnya melimpahkan korban untuk ditangani Pihak POLSEK Darma bersama dua orang lainnya, Iyan Herlan menuturkan kepada wadukdarma.com, “Rambut anak yang terkena sengatan api listrik alami, bau hangus khas rambut terbakar. Pelipis kanan sampai pipi dah leher, kulitnya melepuh bagaikan kena knalpot panas, dan tangan serta badan bagian kanannya lunglai.”

Pohon Pinus Penghantar Kilatan Petir Masuk Gazebo
Keterangan Iyan Herlan diperkuat oleh Nurjaman, Jum’at pagi, 21/02/2014 pada kegiatan Jumsih (Jum’at Bersih), diantara kerumunan penduduk yang sama-sama ingin tahu tempat kasus Gazebo Inang Malapetaka, “Rupanya, tiga orang korban, jatuh terkulai karena sengatan listrik alam yang menjalar melalui pagar pegangan waktu berteduh.” Nurjaman melanjutkan, “Buktinya, saya yang duduk di tengah tanpa menempel, bersandar ke pagar besi, ini masih segar bugar,” akunya bangga sambil merentangkan kedua tangannya, diakhiri ketawa khas seorang pemenang di antara kerumunan para simpatisannya. 

Pesan yang tetangkap Jum’at pagi, 21/02/2014 dari pendapat orang-orang yang berkerumun di sela-sela kegiatan opsih JUMSIH (Jum’at Bersih) di TKP kasus “Gazebo Wadukdarma Inang Malapetaka”, Tempat Terjadinya Tragedi (T3), mereka mewanti-wanti, bila hujan terjadi hari Kamis di Kawasan Wisata Wadukdarma, jangan coba-coba berteduh atau asyik santai di dalam Gazebo apalagi sambil bersandar di pagarnya. Gazebo Wisata Wadukdarma sangat produktif untuk menarik listrik alami, jilatan petir dan sambaran halilintar. Oleh karena itu, lebih baik pergi menjauh, menghindari inang-inang (benda-benda penarik listrik alami) yang bersifat konduktor (Logam, air, pohon dan kayu basah). Kenapa hari Kamis? Mereka mengaitkannya dengan kasus tahun 2013 sebelum ada Gazebo, kejadian petir menyambar pohon pinus sampai terbakar di sekitar tempat kejadian Februari 2014 pun, dulu tahun 2013, katanya hari Kamis pula. Oleh karena itu, hati-hatilah bila berada di Kawasan Wisata Wadukdarma hari sedang hujan, begitulah pendapat mereka. Padahal kalau jernih berpikir, kapan pun berada di lokasi Kawasan Wisata Wadukdarma, di darat apalagi di atas perahu wisata, kita tetap perlu waspada dan hati-hati. FD-WD

Lihat foto-foto lainnya

No comments:

Post a Comment

 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012