Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Tuesday, June 10, 2014

Bendungan Wadukdarma diblokir

Pemasangan Police Line oleh Pihak POLSEK Darma
Pemasangan Police Line oleh Pihak POLSEK Darma
Kalimat yang spontan terucap dan akan tersiar nantinya: “Bendungan Wadukdarma diblokir…!” begitulah kurang-lebihnya  ketika para calon Pengunjung Wisata telah melihat pagar besi kokoh terpancang di atas jalan aspal menghalangi akses masuk ke Kawasan Wisata Wadukdarma. Memang betul, sejak 07 Juni 2014 akses untuk umum bisa bersantai-ria di atas Bendungan Wadukdarma sudah tiada lagi. Pemblokiran tersebut melumpuhkan jalur masuk ke Kawasan Wisata Wadukdarma dari gerbang barat. Dan tentunya, kasus ini merupakan kesulitan bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan dari arah Tasikmalaya-Cirebon jika harus masuk melalui pintu gerbang timur. Kalaupun dipaksakan bisa masuk, selamanya akan menimbulkan kekhawatiran dan akan berdampak buruk terhadap kelancaran jalur kendaraan umum serta ketentraman bagi calon pengunjung wisata.

Tulisan ini dirasa penting guna memberikan informasi kepada public agar jika ingin menikmati alam indah Kawasan Wisata Wadukdarma yang selama ini dikelola Parusahaan Daerah aneka Usaha (PDAU) Kuningan sejak tahun 2012, pintu masuk yg bisa dilalui kendaraan hanya tinggal dari arah timur, yakni arah Cirebon-Tasikmalaya. Sungguh disayangkan serta kasihan sekali bagi orang yang belum mengetahui kasus ini karena, sejak pemblokiran diberlakukan, banyak pengunjung dari arah Tasikmalaya-Cirebon terjebak masuk melewati gerbang barat. Kesulitannya, mau tak mau, mereka harus putar arah, balik lagi setelah melewati gapura tempat penjualan tiket masuk. Hal tersebut terjadi dan akan terus berlanjut selama tidak ada rambu-rambu atau tanda pemberitahuan di sekitar tempat, jauh sebelum belokan masuk jalan Wadukdarma dari arah barat. Sampai tulisan ini diposting, nampaknya, pihak Pengelola Wisata cenderung bersikap “masabodoh” atas kasus tersebut serta tak ada upaya pro-aktif untuk mempermudah calon tamu wisata masuk menikmati indah alam Kawasan Wisata Wadukdarma yang tepatnya berada di sebelah timur bendungan.

Pagar Besi Pemblokir Ujung Timur Bendungan
Pagar Besi Pemblokir Ujung Timur Bendungan, foto: Iyan
Pemblokiran ini dilakukan oleh pihak Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Wadukdarma. Letak pagar besi pemblokir jalur masuk wisata dari arah barat persisnya di ujung bendungan barat dan dari timur pun sama, dipasang persis di ujung timur bendungan. Karuan saja, pengunjung yang belum mengetahui adanya pemblokiran di atas bendungan Wadukdarma, dipastikan akan masuk dan terjebak, terutama dari arah barat. Tujuan pemblokiran ini menurut keterangan salahseorang karayawan PU Pengairan yang penulis temui 09/07/2014, ketika mengerjakan penyelesaian pagar blokir, “Demi keamanan dan ketenangan ketika melakukan pemeliharaan bendungan,” tegasnya singkat. Entah kapan dimulainya pemeliharaan dan sampai kapan berakhirnya pemblokiran, masih misterius, alias belum ada kepastian.

Manfaat atau mudharat (madharat dari pemblokiran bendungan Wadukdarma tentu ada, dan sangat terasa oleh lingkungan setempat atau para pelaku usaha dalam Kawasan Wisata Wadukdarma yang katanya mitra PDAU, yakni: Hikmahnya, suasana bendungan yang suka gaduh oleh suara kendaraan bermotor anak muda ketika adu aksi kebut-kebutan sore hari di atas bendungan, kini, setelah adanya pemblokiran, suara bising tersebut hilang. Suasana Bendungan Wadukdarma terasa tenang dan nampak lengang. Mudharatnya, pertama, seperti yang telah diurai di awal tadi, kesulitan bagi calon Pengunjung Wisata dari arah barat karena, kalau masuk gerbang timur, belokan yang harus dilalui sebelumnya lebih dari tikungan tajam, bahkan belokan jalan tersebut membentuk sudut sekitar 15 derazat. Tentunya, tidak dapat kita bayangkan, betapa akan macetnya di lokasi tersebut karena akan menghalangi jalur transportasi kendaraan umum. Apalagi kalau ditambah kendaraan yang akan keluar meninggalkan Kawasan Wisata Wadukdarma menuju arah Ciamis, Tasikmalaya, Garut dan sekitarnya dikala lebaran tiba, kalau tak ada solusi yang berarti, para Petugas Keaman Jalan akan lebih sibuk dan tegang dibuatnya. Kedua, seperti telah dituturkan Ibu Iin Warung Nasi, 10/07/2014, akibat pemblokiran jalur wisata via bendungan, warung jadi sepi dan berkurangnya pendapatan. Padahal, setiap bulannya harus bayar retribusi ke PDAU atas nama Pengelola Wisata saat ini. “Kalaulah hanya mengandalkan dari Pengunjung Wisata yang terasa semakin berkurang dan tidak punya langganan tetap,” tambah pengola warung nasi yang sudah tak asing lagi di Kawasan Wisata Wadukdarma, “Warung lumpuh total…!” __FD-WD

5 comments:

  1. Replies
    1. De Ficri, kalau cuma blokir2an itu urusan gampang karena urusan bendungan merupakan urusan PU Pegairan. Menurut orang yg pantas dipercaya, "Jangankan urusan bendungan, sampai harus menutup lokasi wisata sebelah timur bendungan pun, pihak PU Pengairan tentu akan mampu karena memang mereka lebih berhak atas lokasi tersebut, apalagi kalau urusan retribusi dan segala macemnya dari pihak yg mengaku pengelola wisata tak pernah masuk sama-sekali, itu artinya membangunkan macan tidur," katanya.

      Delete
  2. Kang, klo mau camping di waduk darma di izinkan gak ya? Klo di izinkan harus mnghubungi siapa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat Dede Sumantri, tentu saja, siapapun bisa camping di Kawasan Wisata Darma dan itu sudah biasa terselenggara sejak lama karena memang ada lokasi khususnya asal kita tetap menjaga/memelihara lingkungan, serta etika lahir batin. Jika Wadukdarma surut, lokasi buat kemah sangat luas. Soal izin, temui saja Pengelola Wisata Wadukdarma, bisa langsung ke lokasi atau kontak di bagian bawah WebSite ini (bagian footer kiri) ada nope khususnya.

      Delete

 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012