Social Icons

Danamaya-WisataDarma-TwitterTamu Wisata Darma 2014-Facebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
PageRank Checkerblog-indonesia.com

Info Sehat

Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) Kabupaten Kuningan dalam “Kuningan The Wonderful Nature and Culture”, yang menerangkan Tentang Wadukdarma dan Obyek Wisata pada Situs ini, jarak tempuh dari Kota Cirebon  + 47 km dan dari Kota Kuningan + 12 km ke arah barat daya, lokasi tersebut termasuk berada di bawah kaki  Gunung Ciremai. Ketinggian tempatnya sekitar + 715 m di atas permukaan laut (dpl), berhawa sejuk dan segar dengan kisaran temperatur 18-30 derajat celcius.

Melihat data tersebut jelaslah sudah bahwa, lokasi Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma ini termasuk daerah dingin. Dampak dari keadaan cuaca seperti itu akan berpengaruh besar terhadap para pengunjung yang berasal dari daerah pesisir yang cenderung bersuhu panas. Seperti para pengunjung dari daerah Cirebon, Indramayu dan sekitarnya. Atau para pengunjung yang berasal dari daerah Pangandaran, Jakarta dan lain sebagainya, terutama sebagaimana tadi telah disebutkan bahwa pengunjung yang berasal dari daerah beriklim panas, saya sarankan harap memperhatikan perbedaan suhu ini. Jangan sampai rencana bahagia, bersukaria bersama keluarga Anda terhambat karena perbedaan suhu yang tidak terantisipasi.

Info ini saya sampaikan atas dasar pengalaman sendiri. Pertama saya alami sakit (meriang, masuk angin) sampai 3 (tiga) harian. Pikir saya, mungkin kejadian ini bisa menimpa saya karena saya belum bisa beradaptasi dengan cuaca di Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma. Tapi tebakan saya meleset, salah besar. Kenapa demikian? Bukti yang saya alami beberapa tahun yang lalu, eh… ternyata, walau sudah lama berdomisili di Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma ini, tak ada pengaruhnya samasekali. Tepatnya hari: Senin, tanggal: 10 Mei 2010 saya kena lagi. Gejala awal yang dapat saya rasakan: suhu badan mulai memanas, namun terasa dingin, kepala sakit, serta diiringi oleh keluarnya keringat dingin. Bahkan kata orang yang melihat saya,  wajah pun kelihatan menjadi pucat.

Bila petaka sudah menimpa, barulah sadar dan ingat terhadap petuah (pepatah) seseorang. Pepatah dari penduduk setempat, seorang pedagang nasi (warung nasi) di Obyek Wisata, warung langganan para fotografer jajan, makan atau sekedar bersarapan pagi setiap hari. Di warung nasi itulah kami mendapat cerita yang berkaitan dengan Obyek Wisata. Maklum kami adalah pendatang baru, maka wajarlah bila mengorek informasi dengan cara mengajak pedagang nasi bercerita di tengah-tengah kami sedang asyik menyantap masakan-masakannya. Saat itulah-beberapa tahun yang lalu-pedagang nasi berpesan dan mewanti-wanti kami agar jangan sampai mengosongkan perut apalagi kalau mau nongkrong pagi hari di tepi perairan Wadukdarma. “Usahakanlah makan dulu, Mas…!” tegasnya, “agar tidak sakit karena masuk angin!”

Pesan ini kedengarannya sederhana, dan saya pikir hanyalah akal-akalan belaka, trik murahan dari pedagang tersebut agar di setiap pagi dagangannya laris manis. Sungguh, saya telah berdosa, saya telah berburuk sangka terhadap pedagang nasi langganan kami, pedagang yang secara tulus mewanti-wanti kami agar kami tetap sehat. Saya merasa lebih berodosa ketika suatu pagi saya lupa terhadap pesannya, dan apa yang dikatakan pedagang tersebut nyata terbukti menimpa saya.

Persisnya, di pagi yang cerah para fotografer telah siap dengan setelan baju fotografernya, komplit dengan rompi telah melekat di badan berpenampilan optimis, gagah dan bermuka cerah secerah mentari pagi menyinari Obyek Wisata Wadukdarma. Tanpa perlengkapan kamera, mereka sudah menghilang dari studio FD-WD tempat tinggal kami. Saya tahu kemana lagi mereka akan pergi sepagi itu kalau bukan untuk makan pagi ke warung langganan. Sementara, saya masih tetap di studio merpersiapkan alat dan bahan cetak serta computer termasuk menata file-file yang akan dipake, sambil membuang file yang dianggap sampah.
 
Setelah beres pekerjaan pokok studio, saya bergegas mau menyusul para fotografer ke warung. Begitu saya keluar, nampaknya mereka sudah berjejer di pinggir dermaga sambil memegang alat pancingnya masing-masing. Sorak-sorai, tawa dan canda serta cemoohan sesekali muncul dilontarkan kepada yang lainnya dari mereka tatkala kailnya mendapatkan ikan. Kebanyakan ikan golongan mujaer yang banyak di tepi perairan manakala air Wadukdarma sedang penuh. Kegembiraan para fotografer di tepi dermaga membuat kaki saya refleks melangkah menuju mereka, bertgabung dan larut dalam kegembiraan teman-teman yang bersikap seolah-olah dalam kompetisi untuk mendapatkan ikan.

Angin dingin pegunungan yang bersemilir dari perairan Wadukdarma menerpa badan di bawah hangatnya cahaya mentari pagi membuat suasana kala itu semakin betah untuk memberikan motivasi terhadap teman yang belum mendapatkan ikan. Tujuan makan pagi yang semula ada dalam pikiran terlupakan begitu saja. Saya telah melewati beberapa jam nongkrong di tepi perairan Wadukdarma tanpa makan pagi terlebih dulu.

Kegiatan memancing hanyalah sekedar mengisi kekosongan waktu ketika menunggu pengunjung, dan bukanlah hal yang pokok bagi fografer. Keasyikan memancing pagi itu pun berakhir ketika ada bis rombongan pengunjung memasuki Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma. Fotografer segera bergegas kembali ke Studio mengambil perlengkapannya masing-masing dan lansung sibuk larut dalam pekerjaan profesinya. Sedangkan saya di ruang studio merasakan badan yang tiba-tiba sakit: Meriang, panas dingin kepala sakit dan pusing semakin menjadi. Saya berbaring di kamar sederhana dalam studio, tak bisa beraktivitas sebagaimana biasa. Perasaan sesal tidak makan pagi dulu seperti yang disarankan pedagang nasi, baru datang kemudian setelah merasakan sakit.

Sakit akibat angin dingin perairan Wadukdarma kalau tidak cepat-tepat dalam penanganan dan pengobatan akan memakan waktu lama, meriang berkepanjangan. Bahkan untuk yang daya tahan tubuhnya lemah, klimaksnya bisa langsung pingsan di tempat. Kasus ini banyak menimpa pengunjung yang berasal dari daerah Cirebon dan sekitarnya. Karena jangkauannya dekat, pengunjung dari Cirebon ini rata-rata lebih pagi tiba dan bermain di tepi perairan Wadukdarma. Salahseorang diantaranya, yang jatuh pingsan itu mungkin tidak sempat sarapan pagi dari rumahnya.

Menyimak kasus yang saya telah uraikan tadi, inti dari info sehat ini, saya tegaskan: Lebih baik menjaga dari pada mengobati. Harapan saya, semoga kesehatan badan lahir dan batin tetap berpihak pada kita semua. Selanjutnya untuk pengunjung wisata, berangkat dari rumahnya dalam keadaan sehat, pulangnya pun harus tetap sehat, segar pikiran dan siap menghadapi rutinitas kerja pokok masing-masing. Saya ingatkan kembali, kalau mau nongkrong di tepi perairan Wadukdarma jangan sampai dalam keadaan perut kosong, usahakanlah makan dulu, serta gunakanlah pakaian pelindung badan. Bagi yang alergi dengan suhu dingin, usahanlah angin dingin perairan Wadukdarma tidak langsung menusuk badan. Dan yang tak kalah pentingnya, selain jangan kosong perut, pikiran pun jangan coba-coba kosong melongpong.

Selamanya harus ingat bahwa berkunjung ke Wadukdarma ini adalah sebagai tamu (orang baru). Jagalah sikap dan perilaku, jangan sampai bersikap pongah, berkata sombong dan bergaya meremehkan terhadap apa-apa yang ada di lingkungan Kawasan Obyek Wisata. Apalagi ketika dalam perahu wisata (di atas perairan Wadukdarma) jangan mentang-mentang merasa sebagai orang kaya berasal orang kota sehingga bertingkah semena-mena. Ingat, kesehatan dan keselamatan kita. Bersikaplah sebagai tamu yang berakhlaq baik. Menghormati yang lain secara lahir batin, berarti hakekatnya menghormati diri Anda masing-masing.

Saya berani menyampaikan info ini karena saya pernah mengalami sendiri akibatnya dan setelah saya menyimak beberapa kasus yang terjadi selama beberapa tahun saya berdomisili di Kawasan Obyek Wisata ini. Saya pikir informasi ini sangat penting dan harus diketahui oleh umum. Itulah yang menjadi dasar keberanian saya menulis dalam situs ini. Sekian tulisan saya, mudah-mudahan bermanfaat. Tak lupa, melalui tulisan ini, dengan segala kerendahan hati, saya mohon ma’af yang sebesar-besarnya bila terkesan menggurui. Namun bukan itu yang sebenarnnya saya maksud, saya hanya ingin mengingatkan khusus buat diri saya sendiri dan keluarga serta umumnya buat para pengunjung dan calon pengunjung yang mendambakan kesehatan dalam berwisata dan kesehatan sepulang dari Wadukdarma. Sekali lagi saya mohon ma’af, serta menghaturkan salam sehat sejahtera selalu buat Anda. Kami tunggu partisipasi dan kunjungan Anda ke Kawasan Obyek Wisata Wadukdarma-Primadona Kuningan ASRI ini.


Info Terkait: SOHAT-Syari'at tepat untuk keluarga sehat
 

MANAGER UNIT
Obyek Wisata Wadukdarma
HP : 087 723 302 220
Head office - Telp./Fax :
(0232) 8881389

 
Kawasan Wisata Alternatif Tujuan Liburan Anda di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan - Jawa Barat - Indonesia 45562, dikelola pihak PDAU Kabupaten sejak Januari 2012